Inflasi Kota Semarang Desember 2025 Tercatat 0,42 Persen, TPK Hotel Berbintang Capai 61,71 Persen


Picture

Tanggal Rilis : 2026-01-05   Jenis Berita : Statistik Lain

Semarang – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang merilis perkembangan inflasi dan pariwisata Kota Semarang periode Desember 2025 dan November 2025 dalam paparan resmi pada Senin (5/1/2026). Berdasarkan data tersebut, inflasi Kota Semarang pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,42 persen secara month-to-month (m-to-m), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,10

 

Inflasi bulanan tersebut terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 1,12 persen dengan andil 0,27 persen. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan kontribusi signifikan dengan inflasi 2,05 persen dan andil 0,15 persen. Sementara itu, kelompok transportasi tercatat mengalami deflasi sebesar 0,18 persen dengan andil -0,03 persen

 

Secara year-on-year (y-on-y), inflasi Kota Semarang pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,84 persen. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,95 persen, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,99 persen, serta pendidikan dengan andil 0,25 persen

 

Dari sisi komoditas, penyumbang inflasi bulanan terbesar antara lain emas perhiasan, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah. Sementara komoditas yang menahan laju inflasi di antaranya angkutan udara, bayam, dan kangkung yang mengalami penurunan harga pada Desember 2025

 

Selain perkembangan harga, BPS Kota Semarang juga memaparkan kinerja sektor pariwisata. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kota Semarang pada November 2025 tercatat sebesar 61,71 persen, meningkat 1,16 poin dibandingkan Oktober 2025 dan naik 2,54 poin dibandingkan November 2024. TPK tertinggi tercatat pada hotel bintang empat sebesar 67,06 persen, sedangkan terendah pada hotel bintang satu sebesar 45,79 persen

 

Sementara itu, Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel berbintang di Kota Semarang pada November 2025 tercatat 1,43 malam, meningkat 0,01 poin secara bulanan dan 0,05 poin secara tahunan. RLM tertinggi terjadi pada hotel bintang lima dengan rata-rata 1,66 malam, sedangkan terendah pada hotel bintang satu sebesar 1,06 malam

 

BPS Kota Semarang menyampaikan bahwa perkembangan inflasi yang terkendali serta kinerja pariwisata yang terus membaik diharapkan dapat menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi dan aktivitas sektor jasa di Kota Semarang ke depan.