Pelatihan Susenas Maret dan Seruti 2026 Digelar dalam Dua Gelombang


Picture

Tanggal Rilis : 2026-01-15   Jenis Berita : Sensus dan Survey

Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kesiapan petugas lapangan, Pelatihan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret dan Seruti Tahun 2026 dilaksanakan dalam dua gelombang dengan metode daring (online) dan luring (offline).


Pelatihan Gelombang I diselenggarakan secara daring pada 8–10 Januari 2026 dan dilanjutkan secara luring pada 15 Januari 2026. Sementara itu, Gelombang II dilaksanakan secara daring pada 12–14 Januari 2026 dan dilanjutkan secara luring pada 19–20 Januari 2026. Kegiatan daring dilakukan melalui Zoom Meeting, sedangkan kegiatan luring bertempat di Metro Park View Hotel.


Pelatihan ini dibimbing oleh instruktur Kartikowati, S.Si. dan Noviana, SST. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan pada Gelombang I sebanyak 62 orang, sedangkan Gelombang II diikuti oleh 35 orang.


Pelaksanaan kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, Rudi Cahyono. Dalam kunjungannya ke lokasi pelatihan, Rudi Cahyono memberikan arahan serta motivasi kepada seluruh petugas. Ia menegaskan bahwa pada era Sustainable Development Goals (SDGs), Data Revolution, Big Data, serta agenda pembangunan nasional seperti Nawacita dan Astacita, informasi capaian pembangunan menjadi sumber data utama bagi para pemangku kebijakan dalam merencanakan pembangunan nasional.


Menurutnya, indikator statistik dimanfaatkan oleh kementerian/lembaga dan berbagai pihak untuk keperluan perencanaan, monitoring, evaluasi, serta pengukuran akuntabilitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, beragamnya data yang tersedia untuk indikator statistik yang sama sering kali menyulitkan pengguna data dalam menentukan data yang akan digunakan.


Lebih lanjut disampaikan bahwa Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) merupakan salah satu survei utama yang menghasilkan data strategis bagi pemerintah dalam mengimplementasikan pembangunan nasional agar selaras dengan Rancangan Teknokratik RPJMN 2025–2029, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, serta tujuan pembangunan internasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). Melalui Susenas, dapat diperoleh potret komprehensif mengenai kemajuan pembangunan masyarakat di bidang sosial dan ekonomi.


Data yang dikumpulkan dalam Susenas mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, antara lain demografi; dokumen kependudukan; migrasi dan pendidikan; kepemilikan tabungan, inklusi keuangan, dan ketenagakerjaan; teknologi informasi dan komunikasi; perjalanan dan korban kejahatan; gangguan fungsional; kesehatan; perumahan; perlindungan sosial; serta pengasuhan anak usia 2–4 tahun. Selain itu, Susenas juga menghimpun data mengenai kuantitas dan nilai konsumsi/pengeluaran makanan, minuman, dan rokok, pengeluaran bukan makanan, rekapitulasi pengeluaran, serta pendapatan dan pengeluaran nonkonsumsi rumah tangga, yang menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.